Senin, 29 September 2008

Keistimewaan Idul Fitri

Idul Fitri kini sudah kita lalui bersama. Hari yang sangat istimewa, dimana seluruh umat muslim diseluruh penjuru dunia, menyambutnya dengan penuh suka cita, tidak perduli datang dari kelompok sosial manapun, kaya atau miskin, pasti merasakan keharuan dan gemanya. Idul Fitri juga dianggap sebagai simbol hari kemenangan. Yaitu menang dalam menaklukkan diri sendiri yang selalu diselimuti hawa nafsu, baik yang berupa lahir maupun batin.

Bagi orang muslim, tidak mudah untuk meraih hari kemenangan yang sebenarnya. Dalam artian kita benar-benar kembali suci seperti bayi yang baru saja dilahirkan. Butuh perjuangan yang cukup berat selama satu bulan penuh. Yaitu dengan berpuasa di bulan ramadhan.

Bayangkan, dibulan ramadhan itu, ketika disiang hari kita merasakan haus dan lapar, namun harus tetap menjalankan kewajiban sebagai manusia untuk mencari nafkah, ditambah lagi cuaca yang kadang panas menyengat atau malah hujan lebat yang membuat badan mengigil, disadari atau tidak membuat fisik maupun mental kita menjadi labil. Gampang terbawa emosi, mudah marah dan egois.

Kadang-kadang dengan meng-atas namakan tekanan hidup dan problem yang datang, kini sebagian besar dari kita sering dan lebih senang menggunakan jalan pintas dan cara kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Hingga timbul beberapa gesekan yang meminta korban jiwa sia-sia antara orang per orang atau kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya. Meskipun hal itu terjadi hanya karena alasan yang sangat sepele. Memalukan? tentu saja. Di jaman yang semakin modern dan mengglobal ini, semestinya kita sebagai umat islam tampil dengan identitas yang modern pula. Elegan dan beradab.

Sebagai manusia, kita memang tidak pernah bisa terlepas dari yang namanya masalah atau problem dalam kehidupan, apapun jenisnya. Problem ekonomi, keluarga, sosial, dan masih banyak lagi. Ukuran tingkat kesulitannya? ya, cuma diri kita sendiri yang menentukan. Mau dibikin berat, atau diangap ringan, semuanya bisa. Terserah saja.

Maka dari itu, alangkah baiknya kita memanfaatkan momentum bulan ramadhan ini untuk introspeksi diri, perbanyak ibadah, menjauhkan diri dari hal-hal yang di benci Allah dan sering-seringlah berbagi nikmat yang dititipkan Allah kepada kita, untuk kaum dhuafa. Kalaupun kita belum bisa memberi banyak secara materi, minimal berilah senyum yang tulus. Agar mereka merasa kuat dan tentram dalam menjalankan kehidupannya yang berat.

Semoga kita semua dapat meraih kemenangan, hingga berhak mendapatkan janji Allah yaitu berkah dan pahala yang besar. Dan dihari Idul Fitri ini, kita sudah benar-benar dalam keadaan bersih lagi suci seperti saat pertama kali kita dilahirkan ke dunia. Selamat hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin.

1 komentar:

Zalukhu mengatakan...

Selamat Idul fitri.. eh video di samping ganggu banget deh... hihihihi